
Bagikan produk ini :
Polietilen Tereftalat (PET)
- Asal
- : Indonesia
- Nomor CAS
- : 25038-59-9
- Kode HS
- : 390761
Info Dasar
- Nama IUPAC
- : poly(ethylene terephthalate)
- Formula molekul
- : (C10H8O4)n
- Sinonim & Nama Dagang
- : PET; Polyethylene terephthalate; Dacron; Mylar; Terylene
- Kemurnian/Uji (%)
- : Polymer grade
- Kelas/Tingkat Kualitas
- : Kelas Industri
- Bentuk Fisik
- : Padat
- Konsentrasi
- : Pure substance
- Penampilan/Warna
- : White to off-white solid
- Bau
- : Odorless
- Titik lebur (° C)
- : 255.0000
- Kepadatan (g/cm³)
- : 1.3800
- Kelarutan dalam Air
- : Insoluble
- Nomor PBB
- : Not applicable
- Pernyataan H
- : None
- Pernyataan P
- : P260
- Status REACH
- : Registered
- Status Prekursor Obat
- : Non-precursor
- Kelas Penyimpanan (GHS)
- : 13
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry place; away from moisture
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Polyethylene terephthalate (PET) adalah polimer termoplastik milik keluarga poliester. PET umumnya digunakan untuk membuat botol plastik untuk minuman, wadah makanan, dan jenis kemasan lainnya karena daya tahan dan ketahanannya terhadap benturan dan degradasi kimia. Ini juga digunakan dalam industri tekstil untuk menghasilkan serat untuk pakaian, karpet, dan produk tekstil lainnya. PET sangat dapat didaur ulang, dan dapat digunakan untuk menghasilkan produk baru melalui daur ulang mekanis, yang melibatkan peleburan produk PET bekas dan mereformasinya menjadi produk baru.
Proses Manufaktur
Polyethylene terephthalate (PET) adalah polimer termoplastik yang umum digunakan yang banyak digunakan dalam produksi bahan kemasan, termasuk botol, film, dan wadah. Proses pembuatan PET melibatkan beberapa langkah, yaitu sebagai berikut:
Pemurnian bahan baku: Bahan baku yang digunakan dalam produksi PET dimurnikan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin mempengaruhi kualitas produk akhir. Bahan baku biasanya termasuk asam tereftalat atau dimetil tereftalat (DMT) dan etilen glikol.
Reaksi: Asam tereftalat atau DMT yang dimurnikan direaksikan dengan etilen glikol dengan adanya katalis, biasanya antimon trioksida, untuk menghasilkan monomer yang disebut bis (2-hidroksietil) tereftalat (BHET).
Polimerisasi: Monomer BHET kemudian dipolimerisasi dengan memanaskannya pada suhu tinggi, biasanya sekitar 260° C, di bawah vakum atau dengan adanya atmosfer nitrogen. Proses ini menghasilkan pembentukan resin PET, yang merupakan bubuk kristal putih.
Pelletisasi: Resin PET kemudian dibuat pelet agar lebih mudah ditangani dan diangkut. Pelet dapat disimpan untuk digunakan nanti atau diangkut ke fasilitas pencetakan untuk diproses lebih lanjut.
Cetakan: Pelet PET dilebur dan kemudian dibentuk menjadi bentuk yang diinginkan menggunakan teknik cetak injeksi atau blow cetakan. Cetakan injeksi melibatkan penyuntikan PET yang meleleh ke dalam cetakan di bawah tekanan tinggi untuk membuat benda padat, sedangkan blow mold melibatkan menggembungkan tabung berongga dari PET yang meleleh untuk membuat benda berongga, seperti botol.
Penyelesaian: Produk PET yang dicetak kemudian diselesaikan dengan memotong bahan berlebih dan menambahkan label atau dekorasi yang diperlukan.
Kelas Tersedia
Kelas Botol
Kelas benang
